Keadilan? Apa benar adanya?
Titik balik itu datang dari kenyataan pahit yang telah membuka mata muda mudi beranjak dewasa dan memasuki realitas kehidupan
Dimana hasil belum tentu tidak mengkhianati usaha dan kerja keras
Dimana kasih, kebaikan, dan kebijaksanaan belum tentu dapat menggantikan rupiah
Dimana waktu, keringat, dan kemampuan belum tentu dihargai setimpal dengan rupiah
Dimana keluarga belum tentu mampu memiliki gaya hidup setara denganmu, teman
Dimana diri belum tentu memiliki pilihan untuk terlepas dari jeratan finansial generasi terdahulu
Dimana diri belum tentu mendapat pengajaran-pengajaran bernilai selama menjalani kehidupan
Dimana diri belum tentu memiliki keberanian untuk mengambil resiko dan mempertaruhkan segalanya
Dimana diri belum tentu memiliki pasangan mapan rupawan cendekiawan
Dimana diri belum tentu memiliki kemampuan bercengkerama dan memperkuat tali persaudaraan
Dimana diri belum tentu memiliki kemampuan untuk bersyukur dan berhenti mengejar kecukupan yang tidak pernah henti
Dari semua itu, pemikiran-pemikiran untuk menjadi orang luar biasa dengan pencapaian-pencapaiannya mulai luntur sedikit demi sedikit. Berharap diri cukup menjadi seseorang yang biasa-biasa saja.
Dari semua itu, hanya berharap diri dapat mampu berjalan dan bergerak terus, hingga tak mampu lagi.
-ordinary people-
No comments:
Post a Comment