Monday, November 2, 2020

Wiser or Older?

Previously,

"I'm going to spend my time very effective and doing productive things only."

"I hate when people being task oriented and have no sense of ownership of their work!"

Then,

"I just want to rest from any productive things at weekday nights and weekends."

"What is the different between work 40 hours and 60 hours++ per week? My monthly salary cut will be the same as we're only an employee."

The more I got experiences, the more I realize that

- You need to choose, you want to be kind or success. You can't be both.

- If you want to achieve something, you need to sacrifice and suffer. But when you do it, it doesn't guarantee that you will achieve it.

- "I can do it too." Said thousands of people. But only few people who actually did it.

- I'm not giving up. I just turning "live to work" into "work to live".

Am I getting wiser or older? 🤣

Saturday, August 22, 2020

Justice

 Keadilan? Apa benar adanya?


Titik balik itu datang dari kenyataan pahit yang telah membuka mata muda mudi beranjak dewasa dan memasuki realitas kehidupan

Dimana hasil belum tentu tidak mengkhianati usaha dan kerja keras

Dimana kasih, kebaikan, dan kebijaksanaan belum tentu dapat menggantikan rupiah

Dimana waktu, keringat, dan kemampuan belum tentu dihargai setimpal dengan rupiah

Dimana keluarga belum tentu mampu memiliki gaya hidup setara denganmu, teman

Dimana diri belum tentu memiliki pilihan untuk terlepas dari jeratan finansial generasi terdahulu 

Dimana diri belum tentu mendapat pengajaran-pengajaran bernilai selama menjalani kehidupan

Dimana diri belum tentu memiliki keberanian untuk mengambil resiko dan mempertaruhkan segalanya

Dimana diri belum tentu memiliki pasangan mapan rupawan cendekiawan

Dimana diri belum tentu memiliki kemampuan bercengkerama dan memperkuat tali persaudaraan

Dimana diri belum tentu memiliki kemampuan untuk bersyukur dan berhenti mengejar kecukupan yang tidak pernah henti

Dari semua itu, pemikiran-pemikiran untuk menjadi orang luar biasa dengan pencapaian-pencapaiannya mulai luntur sedikit demi sedikit. Berharap diri cukup menjadi seseorang yang biasa-biasa saja.

Dari semua itu, hanya berharap diri dapat mampu berjalan dan bergerak terus, hingga tak mampu lagi.

-ordinary people-

Thursday, July 16, 2020

Allergic Rhinitis: Craving for Breathing Normally

Entah sudah berapa tissue ku habiskan..
Entah sudah berapa lama waktu ku gunakan..
Entah sudah berapa virus ku keluarkan..

Hanya untuk membuang ingus seumur hidup.
Terdengar biasa-biasa saja.
Tidak se-menderita pasien dengan penyakit kanker yang harus kemoterapi ataupun gagal ginjal yang harus cuci darah secara rutin.
Tetapi kami para penderita Allergic Rhinitis, (aku yakin) termasuk kategori orang yang sehat dan perlu menjalani kehidupan normal seperti orang lain pada umumnya, tanpa adanya toleransi tertentu.

Allergic Rhinitis

Dilansir dari alodokter.com, Alergi Rhinitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (dapat dipicu oleh berbagai jenis alergen, contohnya serbuk sari, debu, atau bulu hewan).

Gejalanya dapat berupa:
  • Pilek atau hidung tersumbat.
  • Bersin-bersin.
  • Mata terasa gatal atau berair.
  • Mata membengkak dan kelopak mata bawah berwarna gelap.
  • Gatal-gatal pada mulut dan tenggorokan.
  • Muncul ruam pada kulit.
  • Lemas.
  • Batuk-batuk.
  • Sakit kepala.
  • Terkadang menimbulkan gangguan tidur, terutama pada rhinitis alergi yang parah.
Kata Dokter, ini bukan penyakit mematikan, namun tidak dapat disembuhkan. Dan penderitanya akan  terganggu olehnya seumur hidup. Entah semasa sekolah, kuliah, maupun bekerja.

I've been flu for decades

Orangtuaku mengatakan bahwa aku menderita alergi ini sejak kecil atau sekitar umur 2 tahun hingga saat ini (22 tahun). Artinya, sudah 20 tahun lebih aku tersiksa alergi (yang katanya) akan sembuh sendiri saat dewasa nanti. Aku tidak tahu apa penyebabnya, ataupun mengingat bagaimana penderitaanku saat kecil. Yang aku ingat hanyalah sebagai anak perempuan, aku sangat anti bermain boneka karena alergi terhadap bulunya. Aku pun tidak dapat memelihara hewan peliharaan seperti anjing atau kucing karena alasan yang sama.

Saat pagi aku bangun, membuang ingus adalah first thing in the morning yang kulakukan instead of mengecek handphone. Saat pergi ke puncak ataupun tempat-tempat yang dingin, teman-temanku sudah mengenal perubahan suhu dari indikator bersin ku. Di malam hari, aku sering kesulitan tertidur yang alasannya bukan karena stress maupun minum kopi, melainkan karena hidungku tersumbat. Orangtuaku juga menghindari menggunakan jasa laundry karna wewangiannya juga dapat men-trigger alergi ini. Jika waktu bersih-bersih datang, aku perlu menggunakan beberapa helai masker agar tidak terlalu banyak (jumlah) bersinnya (yes tetap akan bersin). Alergi ini menjadi salah satu alasan aku jarang menggunakan makeup, karena merasa terganggu. Dan saat beraktivitas pun, aku perlu istirahat mandiri beberapa kali karena seringkali merasa pusing. Teman-temanku pun sudah tahu kemana mereka pergi jika ingin mendapatkan tissue (karena aku selalu membawanya), entah saat mereka sendiri juga bersin, sesuatu tumpah, ataupun untuk bagi-bagi kue ulang tahun.

Aku tidak menghitung tepatnya sudah berapa dokter yang ku kunjungi ataupun berapa jenis obat / metode penyembuhan yang aku coba selama ini, yang jelas mereka tidak memberikan efek penyembuhan yang berarti. Diagnosanya pun berbeda-beda, ada beberapa dokter yang mengatakan sinusitis, rhinitis, alergi, polip, konka hipertrofi, dan lain-lain. Selang beberapa lama setelah fisioterapi dilakukan, ataupun berbagai macam obat telah habis dikonsumsi, pasti alergi akan muncul kembali. Namun sejauh ini, tidak ada dokter yang menganjurkan untuk melakukan operasi, dan kalaupun ada, I don't know if me nor my family can afford it or not. Hingga akhirnya aku menyerah dan mencoba menjalani hidup bersama si Rhini.

Inilah jenis-jenis obat yang pernah ku konsumsi:





Then, it getting worse

Namun, saat COVID-19 ini melanda, tampaknya keadaan semakin parah. Karena work from home, dimana sepertinya dirumah lebih banyak debu (salah satunya karena papaku hobi menkoleksi barang antik, ataupun elektronik jadul). Ditambah dengan bertambahnya anxiety masyarakat terhadap seseorang yang pilek atau bersin membuatku semakin ragu untuk membuang ingus didepan umum. Rasanya ingin tempel stiker "Saya alergi, bukan corona" dibelakang baju agar tidak di julid-in orang lain.

Karena merasa hidung semakin tersumbat, aku mencoba membuka harapan kembali dengan memeriksakannya di salah satu RS swasta dekat rumah. Dokter pertama (yang ternyata hanya asisten dokter) mendiagnosa sinusitis hanya dengan melihat peradangan di dinding hidung melalui kamera. Ia juga memberikan banyak sekali obat yang seperti biasa setelah dikonsumsi hingga habis, kambuh lagi.

Kemudian, aku dan keluarga pergi memeriksakan kembali dan dokter kedua menganjurkan untuk melakukan ronsen dan hasilnya tidak ada tanda-tanda sinusitis, namun terdapat Allergic Rhinitis. Dokter tersebut juga mendiagnosa konka hipertrofi yang dilansir dari emc.id terjadi disebabkan oleh pembesaran konka (struktur lekukan pada bagian lateral atau sisi hidung bagian dalam dan dilapisi oleh mukosa yang berfungsi sebagai penyaring dan pengatur temperatur) dan karenanya, aliran udara melalui hidung terhambat sehingga menyebabkan berbagai gejala seperti hidung tersumbat, napas tidak plong, dan nyeri dahi.

Now I know what happened

Kira-kira berikut gambaran pembesaran konka pada hidung yang kualami:
Atas: bagian dalam, bawah: bagian luar.

Ia juga mengatakan bahwa terdapat pembengkokan pada tulang hidungku, yang menyebabkan pembesaran konka pada lubang hidung kanan lebih dempet.


Radio frequency for konka hipertrofi

Dokter kedua memberikan saran untuk melakukan tindakan radio frekuensi untuk menangani konka hipertrofi. Yaitu tepatnya dengan menusukkan jarum panas untuk membakar dan mengecilkan dinding hidung yang menebal akibat sering pilek. Namun, tentu saja ini tidak menyembuhkan akar permasalahan timbulnya konka hipertrofi, yakni si Allergic Rhinitis, sehingga hidung masih akan tetap becek. Dan suatu saat, apabila pilek masih sering timbul, konka dapat membesar kembali (Dokter kedua tidak menginfokan estimasi waktu pembesaran kembali tersebut).

Namun kupikir, jika memang tidak ada cara lain, cara ini boleh dicoba mengingat kebetulan aku sudah memiliki asuransi yang dapat membantu sehingga tidak memberatkan dibanding menggunakan biaya pribadi. Aku mulai meminta surat rekomendasi dokter untuk dilakukan tindakan serta mengurus berkas-berkasnya dengan rumah sakit dan pihak asuransi hingga akhirnya disetujui dan dijadwalkan tanggal operasinya.

Berikut adalah rincian estimasi biaya sementara, yakni sebesar Rp19.013.000 :


Posterior nasal neurectomy

1 minggu sebelum operasi, mama ku cukup ragu atas tindakan yang ingin diambil dan menyarankanku untuk pergi ke dokter lain agar punya 2 perspektif. Lalu, kami pergi ke RS Khusus Bedah SS Medika untuk bertemu dengan Prof. dr. Helmi Sp. THT atas rekomendasi kenalan mama yang katanya sangat pintar dan dapat diandalkan.

Beliau juga mendiagnosa hal yang sama seperti Dokter kedua, mengenai Allergic Rhinitis, konka hipertrofi, dan pembengkokan tulang hidung. Lalu ia menjelaskan bahwa ada 2 cara untuk mengatasinya, yaitu dengan obat (ia juga memberi info bahwa mungkin akan kambuh lagi setelah obat habis dikonsumsi) atau dengan operasi (dimana tidak wajib, namun jika tidak diatasi bisa terjadi komplikasi seperti sinusitis, pembengkakan konka rapat dengan dinding hidung, dan lain-lain).

Operasi tersebut dinamakan posterior nasal neurectomy (tindakan yang belum pernah kudengar sebelumnya, dan aku bersyukur menemukan metode ini), dimana tindakan yang dilakukan adalah mencari saraf alergi yang tidak diperlukan tersebut lalu mengangkatnya dengan tujuan agar hidung pasien tidak terlalu sensitif terhadap debu, bulu, dingin, dan sebagainya. Namun, reaksi alergi akan tetap ada, tapi akan jauh lebih berkurang dibanding sebelumnya. Jika berani, kalian dapat melihat detail tindakan yang dilakukan disini. Dalam kasus ini, Prof Helmi akan menggambungkan operasi posterior nasal neurectomy, reseksi concha, dan meluruskan tulang hidung menjadi 1 paket.

Pernyataan Prof Helmi membuatku bimbang dan ingin mengganti tindakan yang telah diputuskan sebelumnya. Aku mencoba menanyakan perbandingannya dengan Radio frequency for konka hipertrofi, dan beliau menjelaskan bahwa tindakan tersebut hanya dilakukan sekitar 15 menit dan hanya untuk short-term dimana dalam kurang lebih 4 bulan konka juga akan membesar kembali. Aku cukup kaget mendengarnya.

Pulang dari konsultasi dengan Prof Helmi, aku sempat mencari info dan mengetahui bahwa di Indonesia, dokter yang bisa melakukan tindakan posterior nasal neurectomy ini hanya ada 2 dan Prof Helmi salah satunya. Dan aku juga berkonsultasi dengan beberapa kenalan yang mengalami hal sama dan telah melakukan operasi sebelumnya (ada yang ditempat berbeda, ada juga yang di Prof Helmi). Hasilnya, ada yang sudah pernah menggunakan Radio frequency for hipertrofi namun memang tidak efektif,  dan sangat merekomendasikan Prof Helmi. Setelah beberapa pertimbangan tertentu, aku membulatkan tekad untuk merubah tindakan walau awalnya sempat takut karena operasi ini berhubungan dengan saraf.

Sesegera mungkin aku langsung mengurus perpindahan rumah sakit, tindakan, dan dokter dengan pihak asuransi yang syukurnya juga disetujui. Aku memutuskan untuk melakukan operasi dalam waktu dekat mengingat post-surgery hidung tidak boleh terkena debu dan mengambil kesempatan selama masih work from home walau jujur saja ada rasa takut juga bolak balik rumah sakit selama masa pandemi ini.

Berikut adalah rincian estimasi biaya sementara:


Atas keputusan pihak asuransi, benefit yang diberikan adalah kelas 2, yakni sebesar Rp28.350.826.


Pre-surgery 

1 hari sebelum operasi, hal yang perlu dilakukan adalah swab-test untuk membuktikan bahwa pasien tidak terjangkit COVID-19 di masa pandemi ini dan lab-test untuk memeriksa kesiapan tubuh pasien untuk di operasi.

Untuk swab-test diwajibkan dari pihak rumah sakit agar meminimalisir penyebaran virus corona dari pasien ke pasien lain ataupun tenaga medis. Sampel diambil di RS Medistra dengan cara:

  • Memasukkan cotton bud panjang ke lobang hidung kiri dan kanan bagian belakang untuk menambil sampel lendir
  • Memasukkan cotton bud panjang ke tenggorokan untuk mengambil sampel air liur
Setelah sampel diambil, rasanya langsung ingin bersin-bersin karena hidung terasa gatal dan terasa ingin muntah karena cotton bud dimasukkan terlalu dalam. Walaupun biasanya hasil keluar cukup lama, namun karena pasien didaftarkan oleh pihak rumah sakit dan untuk keperluan operasi jadi hasil dapat didahulukan.

Kemudian, lab-test dilakukan di Pramita Lab dan sampel yang diambil adalah sebagai berikut:
  • Pengambilan sampel darah di lengan sebanyak 4 tube
  • Menghitung waktu pembekuan darah dengan menembakkan jaruh ke kuping (normalnya kurang dari 4 menit)
  • Pengambilan sampel urin
  • Pengambilan ronsen paru-paru
  • Pemeriksaan jantung dengan EKG

Pemeriksaan swab-test dan lab-test dilakukan di pagi hari, dan hasilnya keluar di sore hari dan pasien konsultasi dengan Dr. Internist mengenai operation-readiness. Jika hasil swab-test adalah negatif dan Dr. Internist menyatakan kondisi tubuh pasien siap untuk dioperasi, baru operasi secara resmi dapat dilakukan. Selain pemeriksaan, syarat lain yang perlu dilakukan sebelum operasi adalah makan maksimal 6 jam sebelum operasi, dan minum maksimal 4 jam sebelum operasi.

The surgery day

Hari H operasi sudah tiba. Aku berusaha mengeluarkan isi perut agar tidak merasa mules detik-detik sebelum operasi. Hingga akhirnya merasa lapar kembali namun operasi belum kunjung dilakukan. Setelah berganti pakaian, pengukuran tensi, dan menyuntikkan jarum untuk obat anestesi, aku berbaring menunggu Dokter datang. Setelah persiapan operasi selesai, aku pindah ke ruang operasi dan diberikan obat anestesi sambil diajak bicara oleh Dokter Anestesi hingga merasa pusing dan tiba-tiba hilang kesadaran tidak sampai 2 menit.

Operasi dilakukan sekitar 1 jam 30 menit tapi tentunya tidak terasa apa-apa. Setelahnya aku diberikan jarum infus, tampon pada hidung untuk menampung darah yang mengalir, obat untuk membangunkanku, dan dipindahkan ke kamar inap (kasur ditinggikan agar darah tidak beku di kepala). Aku masih tertidur 2 jam setelah operasi. Lalu bangun kembali, hanya saja masih sedikit pusing dan lemas. Perasaan ngantuk masih ada namun sulit sekali untuk tertidur dengan mulut terbuka, terutama malam pertama, benar-benar sulit untuk tertidur pulas (tidur bangun tidur bangun).

Setelah operasi dilakukan, perawat beberapa kali masuk ke kamar inap untuk membantu mengganti tampon yang sudah terisi penuh (1-2 jam sekali, semakin lama semakin sedikit frekuensinya),  mengukur tensi (biasanya rendah setelah operasi) dan memeriksa apakah ada pendarahan di tenggorokan (sore, malam, dan pagi hari).

Sebelum pulang dari rumah sakit, pasien kontrol kembali dengan Prof Helmi untuk diberikan 4 gumpalan kapas panjang yang dimasukkan ke hidung (2 kiri 2 kanan) berisi obat bius lokal dan obat yang berfungsi untuk mengempiskan lapisan hidung yang bengkak agar dapat dibersihkan dengan cara disedot.

Berikut adalah rincian biaya final setelah pulang dari rumah sakit, yakni sebesar Rp36.480.331:

Terdapat selisih biaya yang perlu dibayarkan karena limit benefit dan swab-test yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi.

Post-surgery

Saat menulis ini, tahap yang sedang kulalui adalah post-surgery. Dimana pasca operasi perlu dilakukan kontrol di hari ke 5, 10, dan 17 (kontrol selanjutnya dilakukan apabila perlu). Setiap kontrol, Prof Helmi akan melakukan tindakan yang sama seperti saat sebelum pulang dari rumah sakit, yakni membersihkan sisa-sisa darah dan ingus yang ada pada hidung. Prof Helmi juga memberikan beberapa obat seperti Clavamox sebagai antibiotik, Aerius, Ponstan (diminum apabila terasa nyeri), dan Afrin spray yang fungsinya untuk membuat bengkaknya kempes sementara dan hanya dapat dikonsumsi maksimal 1 minggu penggunaan secara rutin (pagi dan malam hari).


Sejauh ini penderitaan pasca operasi yang dialami adalah:

  • Dinding hidung bengkak sehingga tersumbat dan perlu bernafas dari mulut
  • Darah dan sisa ingus bekas operasi terkadang masih menetes keluar dari hidung
  • Tenggorokan kering dan gatal bekas diberikan alat bantu pernafasan saat operasi
  • Suara ketika berbicara menjadi bindeng dan serak
  • Bibir dan mulut kering hingga sariawan
  • Sulit tidur hingga mendengkur saat berhasil tertidur
Karenanya, saat ini aku sedang dalam proses recovery selama 1 minggu dan mengajukan sick leave ke kantor tempatku bekerja. Prof Helmi mengatakan pembengkakan akan segera mengecil dalam 1 hingga 2 minggu (berbeda-beda setiap orang) dan dampak baru akan benar-benar dirasakan setelah 1 bulan. Hingga detik aku menulis ini, aku masih mengalami penderitaan ini dan aku harap penderitaan pasca operasi ini dapat segera pulih dan dapat kembali beraktifitas normal. (Mungkin cerita ini akan saya edit dan ditambahkan kembali apabila hasilnya sudah mulai terasa)

Demikian cerita yang dapat diberikan, dengan menulis ini, harapannya orang lain jadi mengerti penderitaan yang dialami pasien Allergic Rhinitis, juga pasien yang mengalaminya dapat teredukasi dengan cerita pribadi dan dapat mengambil tindakan yang sesuai.

Terima kasih sudah membaca!

Monday, January 29, 2018

10 Alasan Kamu Harus Beli Vivobook Pro N580VD untuk Menemani Tahun 2018


Pada Mei 2017 lalu, Asus telah mengumumkan kabar gembira untuk kita semua. Vivobook Pro N580VD telah diluncurkan dan dipercaya dapat memuaskan kaum Millenials, dimana kita bisa menggunakan laptop untuk casual gaming dan melakukan pekerjaan berat sehari-hari dengan performa yang tinggi. Kini laptop yang berharga sekitar Rp. 15.299.000,- itu dirangkum dalam 10 Alasan Kamu Harus Beli Vivobook Pro untuk Menemani Tahun 2018.

1. Desain Premium yang Elegant


Asus Vivobook Pro merupakan salah satu seri ASUS yang terus ditingkatkan agar kemampuannya bisa mendekati ultabook. Baik body, LID cover, hingga area workspace dan keyboardnya ibalut dengan bahan aluminium alloy, memastikan laptop ini ringan namun tetap kuat dan tahan dari benturan sekaligus. Tebalnya hanya 19.2mm dan bobotnya 2kg, menjadikan kamu yang memiliki tingkat mobilitas tinggi nyaman membawa laptop yang terkesan premium dan elegant ini. Karna engselnya yang bagus dan kuat, kamu bisa membuka laptop ini dengan satu tangan tanpa membuat body nya terangkat. Ukuran display-nya sebesar 15,6 inci dengan resolusi Full HD, memanjakan mata kita saat surfing nonton film dan semacamnya.


2. Performanya Gak Kalah Keren sama Temannya, Zenbook

Seperti Brand lainnya, Asus juga memiliki seri yang keunikannya berbeda-beda untuk menggaet target market yang berbeda pula. Zenbook terkenal dengan laptopnya yang super tipis dan super ringan, namun tetap memiliki performa yang canggih, harganya mendulang tinggi karna kemampuan Asus membuat sparepartnya mungil-mungil sehingga lebih tipis dan ringan. Kalau Vivobook keunggulannya dibanding Zenbook tentu saja layarnya yang sudah didukung fitur touch screen, Vivobook juga tipis, tapi masih lebih tipis Zenbook. Namun banyak juga yang berpendapat bahwa spesifikasi Vivobook cukup rendah dibanding laptop berharga sama karna adanya fitur touch screen, yang mungkin tidak terlalu terpakai bagi sebagian orang. Masa sih? Yuk coba kita bandingkan sekilas dengan laptop sekelasnya, Zenbook UX410Q.


Nah, terbukti kan? Skor akhir adalah Vivobook Pro 8-6 Zenbook UX410Q !!!

3. Instant, Windows 10 Original Versi Terbaru Sudah Asus Install untuk Kamu


Teknologi semakin maju, Windows pun semakin hebat mentracking apakah Windows kita bajakan atau bukan, kalo sampe ketauan, wah udah brabe deh urusannya. Kalau mau beli pun mahal banget kan dirilis di tekno.kompas.com Windows 10 versi Home akan dijual dengan harga 119 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 juta. Adapun Windows 10 Professional akan dibanderol 199 dollar AS atau sekitar Rp 2,6 juta. Bisa sih pakai Windows Education, tapi sangat minim sekali sekolah maupun universitas yang sudah mendapat kerjasama resmi dari Windows tersebut. Sebenarnya gratis kalau update dari versi sebelumnya, Windows 7 dan Windows 8.1, tapi kalo beli laptop baru ya pilihannya isi atau kosong (atau nama teknisnya: DOS). Kalo udah ada yang dapat original, kenapa masih repot-repot cari yang kosongan? Kalau terkena virus atau malware pun kamu masih tetap bisa recovery Windows 10 kamu biar tetap originalnya tidak hilang (jangan lupa backup harddisk dulu ya). Eh, forget about virus atau malware, Windows 10 udah kuat banget sama serangan begituan, jadi jangan khawatir deh.

Selain itu, Windows 10 Versi terbaru pun punya fitur-fitur unik seperti:
-Cortana
Merupakan fitur personal assistant canggih yang tersedia di Windows 10. Kita bisa melakukan percakapan santai dan natural dengan Cortana. Selanjutnya, Cortana bisa menjadi rekan chat, bertindak sebagai pencari informasi atau melakukan sesuatu untuk kita.
-Windows Hello
"Ini merupakan sistem keamanan yang membuat pengguna secara cepat, mudah, dan nyaman sign-in hanya dengan face recognition atau fingerprint," ujar Windows Business Group Head, Microsoft Indonesia, Lucky Gani.
-Tingkat keamanan yang tinggi
Tingkat keamanan di Windows 10 semakin diperketat dengan adanya Windows Hello, Windows Defender, SmartScreen untuk menjaga perangkat dari serangan virus, malware, dan phising
-Easy Update
Pengguna juga dapat mengetahui pembaruan sistem dan fitur keamanan dengan mudah, karna akan terus diperbaharui secara otomatis.

4. Bisa diajak Kerja sambil Gaming karna Spec Tingginya
Bicara soal spesifikasi, banyak orang yang mencari laptop yang bisa digunakan sehari-hari saat bekerja, sekolah ataupun ngampus, namun disisi lain ingin juga punya laptop yang bisa menemani main game dengan luwes. Vivobook Pro lah jawabannya!

Tahukah kamu? Pada tahun 2018 ini e-Sports akan semakin populer, entah sejumlah besar pemain duduk dibelakang layar atau menggunakan headset VR untuk berkompetisi dalam dunia rekayasa komputer high-definition. Bahkan akan jadi ajang olahraga resmi di Asian Games 2022. Jadi, bagi kamu para gamer, gausah minder gitu deh kalo skill nya cuma jago ngegame. Kamu tetep bisa menyalurkan hobi dan memamerkan kehebatanmu itu tanpa diremehkan orang dan tanpa ngelag tentunya dengan Vivobook Pro.

Eitss.. Tapi di samping itu, kamu juga tetep harus rajin bekerja, kalau tidak, mau makan apa? Vivobook Pro juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas mu saat kerja, terutama bagi kamu yang bekerja sebagai Video Editor, Graphic Designer, dan Mobile Programmer yang membutuhkan Laptop dengan spesifikasi tinggi. Yuk kita simak spesifikasi lengkapnya!





















Dari spesifikasi diatas hal yang perlu kamu banggakan adalah Vivobook Pro sudah memiliki Intel® Core™ i7 7500U Processor. hingga Intel® Core™ i7 7700U Processor. Apa sih kelebihannya? Dan bagaimana cara kerjanya? Processor tersebut merupakan Intel® Core™  generasi ke-7 yang menjadikan Vivobook Pro sebagai laptop berperforma tinggi namun tetap ringan. Dilengkapi dengan RAM 8GB DDR4 membuatnya 33% lebih cepat dari DDR3 sehingga mempermudah kinerja kita saat multitasking. Vivobook Pro memang diciptakan untuk industri kreatif yang membutuhkan laptop dengan performa terbaik, karna telah dilengkapi dengan SSD berkinerja tinggi, fingerprint dan video memory 4GB DDR5. Tidak hanya itu, Vivobook Pro juga menawarkan kecepatan akses data terdepan karna dilengkapi dual band 802.11ac Wi-Fi untuk kecepatan 6x lebih cepat dari 802.11 atau setara 867Mbps.

5. Laptop Tidak Cepat Panas dan Berisik Karna Teknologi Dual Fan




Selain spesifikasinya yang tinggi, saat ini Asus juga menyematkan Dua Kipas yang Hasilkan Performa Berkelas ke dalam Vivobook Pro ini. Gak percaya? Yuk simak percobaan berikut ini!

Jadi ceritanya laptop Vivobook Pro dengan spesifikasi berikut bakal di test (atau bahasa teknisnya: benchmarking) dengan alat test laptop (buat memaksimalkan performa dan dicek kesanggupan laptop sejauh mana) yang popular seperti PC Mark, 3D Mark, CineBench, Cristal DiskMark dan lainnya. Berikut spesifikasinya:

-RAM DDR4 2400MHz 8GB yang bisa diekspansi hingga 12GB
-Layar full HD
-Storage SSD 128GB dan HDD 1TB





Selama benchmarking dilakukan, perangkat Vivobook Pro bekerja sangat sunyi, kayak pepatah "Work hard in silence, let success make the noise" banget deh. Bunyi kipasnya sama sekali tidak terasa dalam kondisi normal, saat full load terdengar sih, tapi tidak terlalu berisik atau mengganggu, tapi memang itu wajar, namanya juga dipaksa ke performa maksimal.

Integrasi sistem dual fan yang terpasang pada CPU dan GPU Vivobook Pro ini sangat efektif untuk mengeluarkan panas dalam mode full load tersebut, udara dikeluarkan melalui belakang laptop. Cara ini sangat jitu untuk mendinginkan laptop dengan sedikit noise. Berikut hasil benchmarkingnya:















Yauda.. Kalo gangerti telen dulu aja, intinya Dual Fan ini teknologi baru buat bikin laptop tidak cepat panas dan berisik :P

6. Kamu semakin secure dengan fitur Fingerprint

Tidak semua laptop punya fitur Fingerprint. Tapi, dimulai dari tren fitur Fingerprint di hp, orang-orang mulai setuju bahwa Lockscreen dengan digit atau password sudah tidak jaman lagi, kita bisa memberikan perlindungan lebih ke device kita dengan fitur fingerprint ini, karna jari tangan kita hanya satu-satunya didunia ini. Fitur Fingerprint ini disematkan di pojok kanan touchpad Vivobook Pro. Responnya pun sangat cepat, lupakan 5 detik mengetik password, beserta dengan fitur Windows Hello, cukup letakan jari dan laptop otomatis ter-unlock.

Selain itu, port konektivitas pun dihadirkan secara lengkap untuk membuat kamu semakin produktif:





7. Suara Jernih lewat Teknologi Harman Kardon


Audio Harman/Kardon berasal dari Amerika, jelas teknologinya dahsyat. Dua buah speakernya terletak di sisi bawah dengan teknologi smart amplifier yang dapat memaksimalkan kualitas audio yang kencang namun tetap jernih, dan menghasilkan volume audio 3,2 kali lebih kencang, 2,5 kali lebih nge-bass, serta 3 kali lebih bertenaga dari laptop ASUS lain. 

Microphone yang tersedia juga sudah sangat kompatibel dengan Cortana voice command pada Windows 10. Tanpa harus mengetik, cukup menyebutkan "Hey Cortana" kamu sudah bisa memerintahkan laptop untuk membuka atau menjalankan aplikasi.
Kamu juga bisa mengatur suara ke dalam lima buah mode, yaitu music mode, movie mode, recording mode, gaming mode, dan speech mode lewat AudioWizard.



8. Gak Usah Takut Mata Rusak Walaupun Main Laptop Lama Berkat Eye Care Mode

ASUS menyematkan beberapa Software untuk mengoptimalisasi tampilan visual ke dalam Vivobook Pro, antara lain ASUS Splendid Technology, Tru2Life Video, dan TruVivid. Apa sih bedanya?


A. Splendid Technology
Mengoptimalisasikan kondisi gambar sebaik mungkin agar tampak lebih hidup.
Di dalam Splendid terdapat beberapa mode yang bisa kamu setel:


-Normal Mode
LCD diprogram lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual sehari-hari.

-Eye Care Mode
Kecerahan cahaya biru yang direduksi inilah yang membuat kita menghindari cedera pada retina pada saat penggunaan laptop dalam waktu yang lama. Mode ini merupakan fitur teknologi terbaru yang dirancang engineer ASUS. Cahaya biru tersebut akan dikurangi hingga 33% seperti pada gambar berikut:



-Vivid Mode
Kamu bisa mendapatkan kontras warna dan ketajaman gambar yang lebih tinggi dari sebelumnya

-Manual Mode
Kamu bisa bebas mengatur kecerahan dan tampilan layar sesuai preferensi yang kamu inginkan

B. TruVivid
Merupakan sebuah teknologi untuk menyempurnakan kejernihan, kecerahan, dan tingkat responsifitas pada layar. Hal ini akan memberikan dampak positif berupa tampilan yang lebih jelas, dimana nilai transparansi optiknya bisa mencapai 94 persen dan pantulan bayangan direduksi hingga mencapai 67 persen. Cocok digunakan saat pemakaian luar ruangan.

C. Tru2Life Video
Diklaim akan selalu mampu menyajikan tampilan gambar bergerak yang mengagumkan, software ini dikembangkan menggunakan teknologi pengolah gambar terbaru yang diadopsi dari perangkat televisi high-end modern, sehingga gambarnya akan lebih realistis.



9. Fast Charging Sangat Membantu Kamu yang Memiliki Mobilitas Tinggi!

Bagi kamu yang suka berpergian, entah ke kampus, kantor, tempat nongki, ataupun workspace nyaman lainnya, kamu pasti repot jika disaat-saat tertentu tidak menemukan stop kontak. Tenang saja, Vivobook Pro akan membuat kamu jarang membutuhkannya, baterai Vivobook bisa di isi dengan cepat. Hanya memerlukan waktu 49 menit untuk memenuhinya hingga 60%. Jadi kalau mau dibawa pergi pagi-pagi tapi lupa dicharge, jangan khawatir, charge sebentar lalu tinggal mandi dan sarapan saja, tau-tau laptop kamu sudah memiliki cukup baterai.

10. Cocok sama Kebutuhan Banyak Talenta
Buat yang suka musik, terutama yang suka ngedit musik, atau suka jadiin laptopnya "Bioskop ramai-ramai" kalian bisa manfaatin kekuatan Audio dari Harman/Kardon yang dahsyat.
Buat gamer, dan designer kalian bakal bersyukur banget karna graphic display nya yang keren dan udah pakai Nvidia GTX 1050 series.
Tenang aja, processor nya pun sangat bersahabat karna sudah memiliki 8 GB RAM dan i7-core. Jadi buat programmer pun gausah takut emosi lagi saat debugging app di emulator saat buka Android Studio, apalagi kalo cuma buka sublime, gitpull gitpush sana sini. Ngoding lama-lama pun jadi ga sakit mata berkat Eye Care Mode. Lebih jelasnya, yuk simak comic berikut ini!


Ingat, Vivobook Pro keluaran tahun 2017, makin banyak seri laptop Asus bermunculan ditahun 2018 nantinya, otomatis, harga Vivobook Pro akan semakin turun, belilah selagi murah dan masih berkelas! Menjadi Salah Satu Laptop Flagship Asus, Kamu akan Terlihat Keren dengan Membelinya!

Saturday, January 6, 2018

Top 25 - Telkom Sociodigileaders 2017 Certification

  

10 days of joyful adventure with @sociodigileaders team in Bali and Bandung 🚅

Great Job @urbin.id team! @kevinwilliam97 @edwinlie_
Find out more at bit.ly/UrbinSDL , bit.ly/UrbinSDL2 , and bit.ly/UrbinTeamSDL

Special thanks to @devinhardiawan @becbinus
@dibyapradana @alamandas @ariefwidhiyasa

Although it's not yet time to win, it's a rare opportunity to compete with great people who have worked, S2, and even plan to get married from overseas around the world. Many things can be learned from them.

Congratulations for the Winner!
- 1st Sharecup from Singapore
- 2nd Travelshare from Manchester
- 3rd Markethub.id from Bali
Have fun in Europe, Hongkong, and Singapore!!! ✈ 🚢
See you next time!

#VIVABNCC #sociodigi2017 #indonesiabutuhkita